Ranperda Dimatangkan, Rondonuwu: Cap Tikus Bisa Bantu Perekonomian Masyarakat


Manado, MX
Penggarapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Cap Tikus berproses. Wakil rakyat Gedung Cengkih meminta untuk tidak mempersalahkan minuman tradisional tanah Toar-Lumimuut tersebut sebagai penyebab tindakan kriminal.
 
Hal itu diutarakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Sandra Rondonuwu dalam webinar dengan tema "Menuju Ranperda Legalitas Cap Tikus" belum lama ini.
 
Rondonuwu yang juga politisi partai berlambang Banteng Moncong Putih (PDI-P) ketika tampil sebagai pembicara pada diskusi tersebut menyampaikan, agar jangan terlalu cepat beranggapan bahwa Cap Tikus adalah biang kerok setiap persoalan yang terjadi. Bagi dirinya, penggodokan regulasi terkait Cap Tikus bukan hanya sekedar ada sejarahnya orang-orang bisa berhasil tapi yang paling utama adalah menjaga tradisi. 
 
"Bahwa di Sulut ada Cap Tikus yang pernah diolah secara turun-temurun. Tentu kita juga harus melindungi petani kita. Karena dengan itu ada yang bisa menyekolahkan anak, bisa bantu perekonomian masyarakat, ada yang sukses," tegas Rondonuwu.
 
Petani Cap Tikus baginya harus diproteksi. Terutama pula menjaga produk global yang masuk di daerah. Dirinya menyesalkan ada yang mabuk dengan minuman beralkohol dari luar negeri tapi tidak ditindak sementara Cap Tikus terus dipersoalkan. 
 
"Di salah satu pub yang baru-baru terjadi keributan, di sana tidak jual cap tikus, orang mabuk karena ada minuman juga dari luar," tutur Sandra dalam kegiatan yang digelar Forum Komunikasi Petani Cap Tikus Sulut itu.
 
Ditegaskannya, Cap Tikus adalah sebuah produk yang dihasilkan masyarakat Sulut. Maka dari itu nantinya, Cap Tikus harus dijaga pemanfaatannya supaya tidak terjadi penyalahgunaan. "Dalam kajian singkat saya akan mengatur perlindungan terhadap petani, mekanisme peredaran, dan ekses negatif dengan konsumsi yang berlebihan. Jangan mengkriminalisasi Cap Tikus. Orang-orang yang begitu yang harus ditindak, bukan disalahkan ke Cap Tikus," jelasnya. 
 
Dalam diskusi daring tersebut turut juga menghadirkan pembicara lainnya seperti Stevano Sumampouw, Denni Pinontoan dan Eric Dajoh. Sebagai moderator Evander Mongkaren. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors