155 Siswa SMPN 2 Tondano Ujian Akhir, Tak Vaksin Diberi Tempat Terpisah


Tondano, MX
Pelaksanaan ujian akhir tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2022 sudah mulai digelar hari ini. Meski begitu syarat vaksinasi bagi siswa tetap diberlakukan. Teranyar, sebanyak 8 siswa di SMPN 2 Tondano terpaksa  mengikuti ujian di luar ruangan, karena tidak memiliki serifikat vaksin.
 
Kepala Sekolah SMPN 2 Tondano, Charlota Joselien Ngangi mengungkapkan, para siswa ini sudah berulangkali diimbau untuk sekiranya mengikuti program vaksinasi sejak atau sebelum pelaksanaan ujian sekolah. Namun, hingga saat ini sesuai data yang ada, mereka (siswa) belum juga divaksin. Karena itu, sesuai keputusan dan juga aturan, mereka tetap mengikuti ujian namun dipisahkan.
 
"Mereka diberikan ruang ujian, yakni di halaman sport hall sekolah, karena tidak mungkin gabung bersama siswa yang sudah divaksin," ungkap Ngangi di ruang kerjanya, Senin (9/5).
 
Menurutnya, berbagai edukasi terus diberikan, bahkan melakukan koordinasi dengan orang tua murid sampai mengunjungi rumah-rumah siswa.
 
Tak heran terkadang terjadi perdebatan antara pihak sekolah maupun siswa dikarenakan ada siswa yang memang keiinginan orang tua untuk tidak divaksin.
 
"Variatif, yang belum vaksin ada yang memiliki penyakit penyerta atau comorbit, namun ada juga orang tua yang masih traumatis atau yang belum sama sekali ingin anaknya divaksin," terang Ngangi.
 
Diakuinya, tak ada regulasi yang mengatur siswa yang tidak divaksin untuk tidak diikutkan dalam pelaksanaan ujian sekolah. Semua siswa ujian wajib dan tetap harus diikutkan meski dipisahkan tempatnya.
 
"Program vaksinasi ini kan sudah merupakan program pemerintah, bukan kebijakan dari pihak sekolah, semua siswa kelas ujian harus ikut," jelasnya.
 
Pihaknya berharap bagi siswa yang belum mengikuti program vaksinasi untuk dapat menjadi pertimbangan bagi siswa maupun orang tua murid, mengingat program pendidikan lanjutan yang akan ditempuh usai ujian kelulusan tersebut.
 
"Nantinya setelah ujian, setelah lulus dalam pendaftaran ke jenjang berikutnya, pasti syarat vaksin juga berlaku. Ini kiranya dapat menjadi atensi agar pendidikan lanjutan boleh berjalan lancar," harapanya.
 
Ditambahkan, dalam pelaksanaan ujian ini, ke ada siswa yang siap divaksin.
 
"Tadi ada beberapa siswa yang mengakui rencananya bakal divaksin, dan sepertinya besok mereka siap divaksin," tandasnya.
 
Diketahui dalam pelaksanaan ujian ini diikuti oleh 155 siswa. 147 siswa yang sudah divaksin dibagi di 8 ruang kelas dan 1 ruang siswa yang belum vaksin di halaman sekolah. Sedangkan terkait data siswa keseluruhan yang sudah divaksin, presentase 95 persen. (Manuel)



Sponsors

Sponsors