Runtuwene Minta Perbaiki Jalan Penghubung Minsel-Mitra


Manado, MX
Kondisi jalan penghubung Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dengan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang rusak parah memantik reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Arus desakan wakil rakyat Gedung Cengkih menyasar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Pemerintah diminta segera memperbaiki menggunakan anggaran pemeliharaan. 
 
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut, Stela Runtuwene yang juga wakil rakyat daerah pemilihan Mitra-Minsel menyorot kerusakan jalan yang menghubungkan beberapa desa seperti Mopolo, Powalutan hingga Beringin, di Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minsel. Ia mengungkapkan, sewaktu dirinya melakukan reses di wilayah tersebut memang keadaan jalan itu sangat rusak parah. 
 
"Saya sendiri barusan ada Sosper (Sosialisasi Perda) ke sana. Memang itu jalan, hampir saya tidak bisa tembus," ungkap anggota dewan provinsi (Deprov) yang vokal ini.
 
Politisi Partai Nasional Demokrat ini menyampaikan, dirinya sudah secara langsung berbicara dengan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera diperbaiki menggunakan dana pemeliharaan. 
 
"Ini untuk sementara kan menunggu 2023 masih jauh. Saya bilang bisa tidak pakai anggaran sementara," ujarnya. 
 
Ia mengatakan, memang dirinya turut senang kalau itu nanti kemudian dibuat tahun 2023. Hanya saja untuk saat ini menurutnya, perlu diperbaiki dulu lubang-lubang yang ada di jalan. "Karena motor saja susah mau lewatnya. Jadi saya minta juga pemerintah memperhatikan karena ini sudah lama.  Masyarakat setiap kali saya turun minta agar jalannya segera diperbaiki. Kiranya pemerintah mendengar rintihan hati masyarakat," tuturnya. 
 
Runtuwene mengakui dirinya juga sebagai pengguna jalan itu. Makanya ia pula turut merasakan apa yang masyarakat rasakan. 
 
"Jadi saya sendiri prihatin.  Satu hal juga kalau hujan seperti ini, susah untuk mereka lewati," paparnya. 
 
Runtuwene sendiri mengungkapkan, saat akan lewat ke sana hampir-hampir tidak bisa keluar. Hal itu karena takut longsor terjadi.
 
"Jadi kalau ada anggaran pemeliharaan pakai aja dulu itu. Saya mendesak kepala dinas agar itu diperhatikan karena setiap tahun reses masyarakat minta itu agar segera diperbaiki. Kami kan penyambung lidah rakyat, eksekusi adalah pemerintah. Saya bermohon agar pemprov memperhatikan daerah itu," tutupnya. 
 
Diketahui sesuai informasi yang didapat, jalan tersebut sudah tak tersentuh pemerintah selama 5 tahun. Keberadaannya yang rusak sudah memantik keluhan masyarakat. (Eka Egeten)
 



Sponsors

Sponsors