GMNI Sulut Kritisi Kenaikan BBM, Pangemanan: DPRD Siap Kawal Aspirasi


Manado, MX
Imbas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) menuai kritik tajam dari beragam masyarakat. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Utara (Sulut) menyambangi Gedung Cengkih. Hal ini direspons hangat para wakil rakyat.
 
Dalam diskusi terbuka, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut Melky J. Pangemanan mengatakan, DPRD Sulut akan mengawal aspirasi sampai ke pemerintah pusat sesuai dengan domain kewenangan.
 
"Ini tentu diberikan apresiasi karena ada kesadaran kolektif dari GMNI, menyadari bahwa ternyata ada persoalan signifikan di antara kondisi masyarakat hari ini," kata Pangemanan yang juga Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), belum lama ini, di kantor DPRD Sulut.
 
Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Bitung-Minut ini menambahkan, tugas dari DPRD Sulut mendorong pemerintah sidak sejumlah pasar supaya tidak ada kenaikan barang yang signifikan.
 
"Ada 30 persen angka kenaikan barang. Kami DPRD Sulut akan mendorong pemerintah untuk menetapkan harga eceran tertinggi. Kalau ditetapkan harga eceran tertinggi, kalau ditetapkan ini, pengawasan berjalan dengan baik," ujarnya.
 
Ditambahkannya, fungsi pengawasan juga melekat kepada semua kalangan. 
 
"Masyarakat juga harus mempunyai andil dalam rangka memberikan laporan kepada pemerintah," tuturnya.
 
Lebih lanjut, tangung jawab moril DPRD adalah memastikan setiap program kerja perintah daerah sampai ke masyarakat.
 
"Kami akan sampaikan ini kepada pihak yang kompeten mengambil keputusan. Sekiranya aksi nasional ini dari berbagai daerah menjadi pertimbangan presiden dalam rangka menyatakan aksi nyata, kongkret, konsolidasi kembali menata kondisi migas hari ini dan memfungsikan itu dengan baik," lanjutnya.
 
"Memang ada ketimpangan organisasi pemerintahan yang kurang solid menjalankan fungsi sebagai pemerintah," tutupnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors