Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulut Tolak Keras Kenaikan BBM


Manado, MX
Arus penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) muncul dari beragam masyarakat. Hal ini ikut direspons Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).
 
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulut, Hendry Walukouw mengatakan, partainya dengan tegas menolak kenaikan BBM.
 
"Saya rasa sikap ini sangat tegas, bahwa Fraksi Partai Demokrat secara keras menolak kenaikan BBM di Indonesia," kata Walukouw, saat menerima aspirasi kenaikan BBM dari Partai Buruh, Selasa (6/9), di gedung DPRD Sulut.
 
Ditambahkannya, rakyat Indonesia masih berhadapan dengan pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19.
 
"Kenapa sekarang berhadapan dengan kenaikan BBM. Kami tidak mempunyai hutang politik dan memilih menjadi corong masyarakat, bersama dengan masyarakat menolak kenaikan BBM. Kami akan memperjuangkan itu sesuai tupoksi," tutup Walukouw, yang juga wakil rakyat daerah pemilih (dapil) Minut-Bitung.
 
Sementara itu, Anggota DPRD Sulut dari Fraksi Partai Demokrat, Cristo Ivan Lumentut mengatakan, bersama-sama dengan rakyat menolak kenaikan BBM.
 
"Kami akan memperjuangkan penolakan kenaikan BBM. Saya bersama Pak Billy Lombok sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut dan Ketua Fraksi Pak Hendry Walukouw bersama-sama dengan rakyat menolak MBkenaikan BBM," tutup Lumentut, yang juga legislator dapil Kota Manado.
 
Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok. Ia menyampaikan, kenaikan BBM sudah berdampak pada sektor lainnya.
 
"Tadi pagi saya meminta orang kerja kami di rumah untuk mengecek harga di pasar, kenaikan harga di pasar sudah mencapai 30 persen," kata Lombok, legislator dapil Mitra-Minsel.
 
"Belum lagi berhadapan dengan aktifis ojek online dan sebagainya, rata-rata semua mengeluh dengan keadaan ini. Artinya tidak ada kenaikan pendapatan masyarakat tapi kenaikan harga sudah semakin melambung tinggi. Kita meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali kenaikan BBM," tutup Lombok. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors