Foto: Caroll Senduk ketika bertindak sebagai Irup Hardiknas. (ist)
Caroll Senduk Gaungkan Jangan Ada Diskriminasi Dalam Pendidikan
Upacara Peringatan Hardiknas Pemerintah Kota Tomohon Tahun 2025
Tomohon, MX
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di kota Tomohon, diimplementasikan dengan pelaksanaan upacara bendera. Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), Wali Kota, Caroll J.A. Senduk, S.H. Upacara Hardiknas dipusatkan di Stadion Babe Palar, Jumat (2/5). Kesempatan ini, Caroll membaca sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Adapun, sebagian teks sambutan menteri, menggaungkan kembali soal pijakan hukum tentang pendidikan di Indonesia yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Di situ ditegaskan, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu.
"Sesuai amanat konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain, yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan, baik sebagai pribadi maupun warga negara," tegas Caroll.
Peringatan Hardiknas bukanlah sekadar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba. Hardiknas merupakan momentum meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen serta semangat untuk memenuhi amanat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.
Hakikatnya pendidikan, yaitu proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan merupakan proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan. Dengannya, manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan berbagai kecerdasan. Ini kemudian memungkinkan manusia meraih kesejahteraan, kebahagiaan material dan spiritual. Dalam konteks kebangsaan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa.
"Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Sebagaimana disebutkan dalam asta cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan. Untuk mengantarkan indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil makmur. Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan," papar Caroll.
Kata dia, presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana prasarana pendidikan, pembelajaran digital, peningkatan kualitas, kualifikasi, kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan. Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan peradaban. Guru selain menjadi fasilitator pembelajaran, juga mentor dan konselor para murid. Guru merupakan orangtua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka atau duka serta memandu muridnya mencapai cita-cita luhur.
"Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, orangtua, masyarakat, dunia usaha dan media massa. Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan daya dan dana. Perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat," tuturnya.
Dijelaskan, sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Kemendikdasmen memperbaiki tata kelola, pembinaan dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kemendikdasmen akan menerapkan pembelajaran mendalam, pemberlakuan test kemampuan akademik serta pembelajaran koding, dan kecerdasan artifisial.
Secara pedagogis, untuk membentuk karakter, kementerian membuat kebijakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat, Program pagi ceria meliputi senam anak Indonesia hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Pendidikan karakter pada tingkat taman kanak-kanak diluncurkan album kicau yang berisi lagu anak-anak.
"Akhirnya, dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu dan bergotong royong mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," tandas Caroll.
Upacara ini dihadiri Wakil Wali Kota, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, S.I.K., Wakil Ketua DPRD Tomohon, Donald Pondaag, Danramil Tomohon, Zadrak Sonlay, Kasi Intel Kejari Tomohon, Ivan Roring, Kepala Kementerian Agama Tomohon, Olva Moningka, Sekretaris Daerah Kota, Edwin Roring, S.E., M.E., Anggota DPRD, Anita Mamesah dan Vonny Mongdong, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon, kepala-kepala sekolah, guru-guru, siswa SD dan SMP se-Kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































