Unima usulkan 6 Fakultas dan 4 Prodi baru


Tondano, MX

Universitas Negeri Manado (Unima) saat ini adalah Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki Program Studi Sarjana (S1), Magister (S2), maupun Doktor (S3).

Terdapat 8 Fakultas. Diantaranya, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Teknik (FATEK), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan Program Pascasarjana.

Kepemimpinan Rektor Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd, Unima akan menambah 6 Fakultas dan 4 Program Studi (Prodi) baru. Diantaranya, Fakultas Pertambangan dan Kebumian, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Perubahan nomenklatur dari Fakultas Ekonomi), Fakultas Kedokteran, Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas IImu Administrasi Negara.

Kemudian untuk Program Studi Baru diantaranya; Program Studi Sarjana (S1) sebanyak 22, Program Magister (S2) sebanyak 8, Program Doktor (S3) sebanyak 11, dan Pendidikan Vokasi sebanyak 9.

Dimana, 6 Fakultas dan 4 Program Studi baru tersebut, telah diusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, lewat Dirjen Pendidikan Tinggi.

Hal itu juga telah disampaikan Rektor Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd kepada Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Ir Nizam MSc PhD dan Direktur Kelembagaan Dikti, Dr Ir Ridwan MSc, dalam Pembukaan Workshop Pembahasan Statuta, Sotk dan Pembukaan Fakultas, serta Prodi Baru di lingkungan Universitas Negeri Manado, di Grand Sahid Jakarta, Jumat (25/9).

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (25-26) September 2020 ini, dibuka Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Ir Nizam MSc PhD, sekaligus memberikan materi dan arahan kepada seluruh unsur Pimpinan, baik Pembantu Rektor, Dekan-dekan, Ketua Lembaga, guru-guru besar, dan anggota Senat Unima.

Sebelumnya, Prof katuuk mengatakan bahwa Unima merupakan salah satu perguruan tinggi yang dikonversi pada tahun 2000 dari IKIP Manado menjadi Universitas Negeri Manado.

Dijelaskannya, makna terdalam yang melatari proses konversi itu adalah memberikan mandate yang lebih luas atau wider mandate kepada IKIP di seluruh Indonesia, termasuk IKIP Manado waktu itu.

“Wider mandate ini tidak menye babkan pergeseran Unima dari misi dan fungsi utama, yaitu

sebagai Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK). Perluasan mandate itu justru ingin memperkokoh fundasi keilmuan bidang studi

kependidikan,” katanya.

Lanjut Prof Dei menjelaskan, seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan tantangan yang demikian cepat berkembang hingga ke era revolusi industry 4.0 saat ini. Unima terpanggil untuk terus mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan serta

tantangan-tantangan yang akan dihadapi melalui upaya-upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Unima telah memiliki

sejumlah program studi yang sangat perlu dikelola dengan baik oleh unit pengelola Program Studi dalam hal ini Fakultas. Sehingga hakikat pembukaan Fakultas yang di usulkan adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan Program Studi bidang keilmuan yang sudah ada oleh sebuah UPPS yang baru berdasarkan ciri dan rumpun keilmuan masing-masing prodi,” paparnya.

Secara internal, katanya lagi, upaya pengembangan Iptek melalui pembukaan Fakultas

dan Program Studi baru, akan membuka ruang partisipasi seluruh sivitas akademika Unima, baik itu pendidik dan tenaga kependidikan dalam

kegiatan-kegiatan Tridarma perguruan tinggi. Baik pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

“Partisipasi seluruh elemen Unima ini, merupakan bagian penting dari upaya memperkokoh kebersamaan pengembangan visi keilmuan Unima. Baik keilmuan di bidang kependidikan maupun non kependidikan,” tandas Rektor. (Imanuel Kaloh)